Beranda > Belajar sambil Bermain > KRABC – (Langkah 2 Pertolongan Pertama)

KRABC – (Langkah 2 Pertolongan Pertama)


MATERI PELATIHAN

PRAKTEK BHD & RJP

SMA N 1 KEDUNGWUNI

Urutan dalam melakukan pertolongan adalah KRABC (Keselamatan, Respon, Air Way control, Breathing support, dan Circulation)

Penolong tidak memberikan pertolongan jika membahayakan jiwa penolong sendiri.

Langkah-langkah dalam lomba

  1. Keselamatan
    • (Tiba di TKP) Menanyakan “apa ada yang butuh bantuan”?
    • Kronologi?
    • Perkenalan
    • Sambil memakai APD (Alat Pelindung Diri, yaitu : sarung tangan dan masker), bagaimana keselamatan tim, penolong dan korban? if yup
    • Minta izin menolong
    • Apa ada peralatan pertolongan? If yup
  • Apa saja?
  • Bisa dipindahkan? If yup
    • Ada yang menghambat? If yup
    • Apakah ada bahaya kelanjutan?
    • Minta bantuan : “Tolong panggilkan ambulance atau tim kesehatan!”
    • Jika sudah aman
  1. Berikan Respon
  • Respon Awas? If no
  • Respon Suara? If no
  • Respon Nyeri? If no
  1. Laksanakan Pengecekan
  • Apa ada cidera spinal (leher)? If no
  • Untuk membuka jalan nafas, saya akan melakukan Air way dengan teknik tekan dahi dan angkat dagu
  • Untuk memastikan apakah korban bernafas, saya akan melakukan LDR (Lihat, Dengar, dan Rasakan. Dengan posisi pipi ke mulut, telinga ke hidung dan pandangan mata ke dada.)
    • Apa ada gerakan dada? If no
    • Apakah ada desah? If no
    • Apakah ada hembusan? If no
  1. Tiupan Spontan

(Karena tidak ada nafas) Saya akan berikan bantuan tiupan spontan sebanyak 2x dalam 10 detik pertama

  • Sebelumnya, apakah ada sumbatan di mulut?
  • If yup ; ambil sumbatan dengan teknik sapuan jari. If no
  • (Fu…Fu…)
  • Apa nafas masuk?
  • If no ; curigai ada sumbatan di mulut atau saluran pernafasan. Jika sumbatan terletak di mulut, ambil sumbatan dengan teknik sapuan jari. Tetapi jika sumbatan terletak di saluran pernafasan lakukan Hemlik Manouver (pijat perut yang dilakukan sebanyak 6x pada daerah antara pusar dan titik kompresi). Kemudian lakukan tiupan spontan ke 2.
  • If yup ; Tanyakan apakah ada nadi*? (Sambil mempraktikkan memeriksa nadi pada daerah karotis/leher). If no

*ada nafas pasti ada nadi

  1. RJP & Nafas Buatan
  • (Karena tidak ada nadi) Saya akan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP), dengan mencari titik kompresi yaitu pada pertemuan 2 tulang rusuk di taju pedang, ditambah 2 jari. Kemudian tangan diletakkan dan dikunci. Saya akan melakukan RJP sebanyak 5 siklus @ 30x pijatan dan 2x tiupan dengan kedalaman 4-5 cm dan kecepatan 80-100 dalam 2 menit.
  • RJP saya mulai. Hitungan:

1 2 3 …8 9 1, 1 2 3 … 8 9 2, 1 2 3 … 8 9 3. Fu…Fu…à 1 siklus.

  • Lakukan RJP (mulai dari mencari titik kompresi) sampai 5 siklus selesai. Tetapi jika dalam melakukan RJP tiba-tiba korban tersedak atau terbatuk, RJP harus dihentikan!
  • Tanyakan apakah ada nadi?
  • If no ; Lakukan RJP 5 siklus lagi. Dan kalau masih tidak ada nadi, lakukan 5 siklus lagi.
  • If yup ; Tanyakan apakah ada nafas? If no
  • (Karena tidak ada nafas) Saya akan berikan nafas buatan sebanyak 12 x dalam 1 menit (1 x dalam 5 detik)
  • Hitungan :

Fu 1 2 3 1 Fu 1 2 3 2 Fu 1 2 3 3 Fu … Fu 1 2 3 6 (ulangi 1 x lagi)

  • Jika tidak ada nafas, tanyakan apakah ada nadi? Jika tidak ada nadi, lakukan RJP lagi. If yup,
  1. Cek Tanda Vital

Saya akan melakukan cek tanda vital selama 15 detik, meliputi :

  • Nadi. Periksa pada karotis kemudian tanyakan jumlah dan kualitasnya. (Jumlah nadi normal untuk dewasa adalah 60-90 x per menit)
  • Nafas. Tanyakan jumlah dan kualitasnya (Jumlah nafas normal untuk dewasa adalah 12-20 x per menit).
  • Suhu. (Jika suhu sama dengan penolong (36-37 derajat celcius) maka korban normal, tetapi jika sama dengan ruang/lingkungan berarti korban meninggal)
  • Kelembapan.
  • Pupil mata. Simetris?
  1. Cek Fisik/Sekunder
  • Saya akan melakukan cek fisik/sekunder untuk menemukan adanya PNLB (Perubahan bentuk, Nyeri, Luka, dan Bengkak).
  • Apakah ada PNLB di…[ Kepala, rambut bawah, mata, telinga, hidung, mulut, leher (bila di kepala dan leher tidak ada luka, maka kepala dimiringkan untuk memperlancar jalan nafas), bahu, tulang selangka, dada, perut, pinggul (digoyang-goyang), tungkai atas (paha), lutut, tungkai bawah (betis), pergelangan kaki, telapak kaki, punggung kaki, WPK jempol kaki, GSS (Gerak=gerakin aja, Sensai=cubit aja, Sirkulasi=cek nadi pada kaki) ], bagian tangan ; [ lengan atas, siku, lengan bawah, pergelangan tangan, punggung tangan, telapak tangan, WPK jempol tangan, GSS.]
  • Bila tidak ditemukan adanya PNLB, maka tubuh korban dimiringkan untuk mengecek tulang punggung.
  • Bila dijumpai gejala dan tanda PNLB : lihat materi “Pembalutan & Pembidaian”.
  • Bila tidak ada kelainan/cidera (normal), maka tubuh korban dimiringkan stabil. Dan jangan lupa, lakukan cek berkala selama 15 menit sekali untuk korban tidak parah dan 5 menit sekali untuk korban parah. Pengecekan yang dilakukan samadengan pengecekan tanda vital. Kemudian rujuk korban untuk dibawa ketempat medis. Dan buat laporan.

———-Kami telah selesai melakukan pertolongan———-

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: