Beranda > Belajar sambil Bermain > Pengendalian Sosial Kelas X SMA

Pengendalian Sosial Kelas X SMA


  1. PENGENDALIAN SOSIAL

Fungsi Pengendalian Sosial Menurut Koentjoro Ningrat

  1. a. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial

Penanaman keyakinan terhadap norma sosial yang baik sangat diperlikan dalam ranggka keberlangsungan tatanan bermasyarakat. Penanaman keyakinan akan norma-norma sosial yang baik ini dilakukan melalui 3 cara sebagai berikut :

  1. Melalui lembaga pendidikan sekolah dan pendidikan keluarga. Melalui lembaga ini seorang anak diarahklan untuk meyakini norma-norma sosial yang baik.
  2. Sugesti sosial, dilakukan dengan mempengaruhi alam pikiran seseorang melalui cerita-cerita dongeng maupun kisah-kisah nyata dari tokoh-tokoh terkenal. Kisah-kisah ini khususnya menyajikan tentang ketaatan tokoh-tokoh tersebut terhadap norma-norma atau hasil karya mereka yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan harkat dan martabat kehidupan pada umumnya. Jika seseorang banyak membaca atau memahami kisah-kisah ini, diharapkan alam pikiran mereka akan berubah sedikit demi sedikit dan selanjutnya mencontoh perbuatan-perbuatan baik itu. Peran ajaran agama juga sangat penting dalam mengarahkan anggota masyarakat tentang kebaikan suatu norma.
  3. Menonjolkan kelebihan norma-norma yang dimaksud dibandingkan dengan norma-norma lainnya.
  4. b. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma

Imbalan disini mulai berupa pujian dan penghormatan, hingga pemberian hadiah atau reward yang berupa materi. Pemberian imbalan ini bertujuan agar anggota masyarakat tetap melakukan yang baik dan senan tiasa memeberikan contoh yang baik kepada oranglain sekitarnya.

  1. c. Mengembangkan rasa malu

Setiap anggota masyarakat memiliki “rasa malu”, akan tetapi dengan ukuran yang berbeda-beda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Budaya mali berkenaan dengan “harga diri”. Harga diri akan turun jioka seseorang melakukan kesalahan yang melanggar norma-norma sosial di dalam suatu msyarakat. Masyarakat akan sangat antusias mencela setiap anggotanya yang melakukan pelanggaran terhadap norma. Celaan itu dengan sendirinya akan menciptakan kesadaran untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut. Bila setiap perbuatan melanggar norma dicela, maka dengan sendirinnya akan timbul “budaya malu” dalam diri seseorang.

  1. d. Mengembangkan rasa takut

Perasaan takut akan mengarahkan seseorang untuk tidak melakukan perbuatan yang dinilai mengandung resiko. Dengan demikian, orang akan berkelakuan baik dan taat pada tata kelakuan atau adat istiadat sebab sadar perbuatan yang menyimpang dari norma-norma itu akan berakibat tidak baik bagi dirinya maupun orang lain di sekiarnya.

  1. e. Menciptakan sistem hukum

Sistem hukum merupakan aturan yang disusun secara resmi dan di sertai aturan tentang ganjaran atau sanksi tegas yang harus diterima seseorang yang melakukan penyimpangan (pelanggaran).

Bentuk-bentuk nyata kejadian dalam masyarakat sebagai akibat tidak berfungsinya lembaga-lembaga sosial

  1. Tidak adanya kepastian hukum
  2. Kepentinghan masyarakat sulit untuk dipenuhi
  3. Sering terjadi konflik, terutama konflik-konflik kepentingan yang berlatar belakang pada hakikat hidu manusia, perbedaan ideologi, perbedaan budaya, serta perbedaan ras, dan
  4. Muncunya komersialisasi hukum, jabatan, dan kekuasaan
  5. Munculnya sindikat-sindikat kejahatan yang mempunyai kepentingan khusus.

Macam-macam Kejahatan yang Timbul Karena Lemahnya Pengendalian Sosial

  1. Kejahatan tanpa korban (crimes without victims), anatara lain meliputi perbuatan seperti berjudi, penyalahgunaan obat bius, bermabuk-mabukan dan hubungan sex tidak sah yang dilakukan secara sukarela oleh orang dewasa. Meskipun tidak membawa korban, perbuatan demikian digolongkan sebagai kejahatan karena dianggap sebagai perbuatan tercela oleh masyarakat. Walaupun demikian, ahli sosiologi tersebut mengatakan bahwa perbuatan tersebut kemungkinan membawa korban, misalnya pemabuk yang membawa cedera orang lain dan laki-laki atau pekerja sex sering menularkan penyakit kelamin bahkan AIDS.
  2. Kejahatan terorganisasi (organized crime), yaitu komplotan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuaan dengan jalan menghindari hukum melalui rasa takut atau korupsi. Monopoli secara tidak sah atas jasa tertentu, pemutaran uang hasil kejahatan dalam bentuk saham, dan penyediaan barang dan jasa secara melanggar hukum.
  3. Kejahatan terorganisasi transnasional (transnational organized crime), yaitu kejahatan terorganisasi yang melampaui batas negara yang dilakukan oleh organisasi-organisasi dengan jaringan global. Menurt dokumen kantor PBB untuk Pengendalian Zat dan Pencegahan dan Kejahatan (UNODCCP), kejahatan ini terdiri atas penyelundupan senjata dan mesiu, perdagangan obat terlarang dan bahan nuklir, penggunaan uang hasil ilegal, perdagangan perempuan di untuk tujuan pelacuran, dan penyelundupan pekerja asing ke suatu negara.
  4. Kejahatan kerah putih (white colar crime), yaitu suatu konsep yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaanya. Misalnya, penghindaran pajak, penggelapan uang perusahaan dan penipuan.
  5. Kejahatan atas nama organisasi formal (corporate crime), yaitu kejahatn yang dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misalnya, kejahatan oleh perusahaan terhadap karyawan pabrik industri kimia karena tidak memberikan alat pelindungan yang memadai sehingga karyawan menghirup gas beracun yang menyebabkan kesehatan karyawan tergangu.

UPAYA-UPAYA MENGATASI KEKACAUAN YANG TIMBUL DI MASYARAKAT AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL

Dengan tidak berfungsinya lembaga-lembaga pengendalian sosial, maka kehidupan masyarakat akan mengalami kekacauan karena sesungguhnya didalam masyarakat ada rantai sistem penciptaan ketertiban dalam masyarakat itu sendiri.

Oleh karena salah satu sistem tidak berfungsi (lembaga pengendalian sosial), maka akibatnya akan diterima langsung oleh masyarakat berupa kekacauan-kekacauan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dapat dilakukan terapi sosial sebagai berikut :

  1. Memperbaiki perangkat-perangkat umum, seperti  Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dan peraturan-peraturan pelaksana lainnya.
  2. Melakukan revitalisasi aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Yang dimaksud dengan revitalisasi yaitu bisa dilakukan dengan penggantian, pembinaan serta pengawasan-pengawasan yang lebih intensif terhadap semua bentuk kegiatan hukum.
  3. Melakukan usaha-usaha pembudayaan tertib sosial yang didalamnya terdapat kepatuhan terhadap norma kesusilaan, kesopanan, adat, norma agama dan norma hukum. Dengan demikian, tertib sosial didalam masyarakat kita berangsur-angsur akan membaik sesuai dengan harapan kita bersama.
  1. SIKAP ANTI SOSIAL

PENGERTIAN SIKAP ANTI SOSIAL

Sikap Anti Sosial adalah sikap-sikap yang tidak setuju atau menentang

bahkan memusuhi kehidupan bermasyarakat atau bernegara yang sudah tertib dan teratur.  Adapun yang tidak disetujui oleh pelaku adalah aturan-aturan yang

dianggap menghambat atau menghalangi keinginan dan kepentingan dirinya atau kelompoknya. Sikap anti sosial bisa disebut juga antikemapanan. Hal ini bisa dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Apabila terjadi sikap dan tindakan anti sosial ditengah-tengah masyarakat, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif, misalnya keresahan sosial, aksi-aksi perusakan, kerusuhan sosial, bahkan bisa meningkat menjadi tawuran massal atau pertikaian antar kelompok yang berkepanjangan dan menelan banyak korban jiwa. (WIDYA DUTA)

menurut Kathleen Stassen Berger, sikap anti sosial sering dipandang sebagai sikap dan perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Suatu tindakan anti sosial termasuk tindakan anti sosial yang beorientasi pada keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain, meskipun tindakan-tindakan trsebut memiliki makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan anti sosial ini sering kali mendatangkan  kerugian bagi masyarakat luas sebab pada dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial ( social order ) yang diinginkan oleh sebagian besar anggota masyarakat lainnya. (ERLANGGA)

Sikap Anti Sosial adalah sikap yang melawan kebiasaan masyarakat dan kepentingan umum. Sikap anti sosial ini bermacam-macam, anatara lain sebasagai berikut :

  1. Menarik Diri dari Pergaulan

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia perlu berhubungan dengan orang lain. Orang yang mempunyai sikap menarik diri dari pergaulan masyarakat termasuk salah satu sikap antisosial. Mereka tidak mau diajak kerja sama seperti tidak mau bergotong royong untuk membangun kepentingan umum, membersihkan saluran air dan mengikuti kegiatan kemasyarakatan.

  1. Minum-Minuman Keras

Minum-Minuman Keras merupakan perbuatan yang memabukkan dan

termasuk melanggar norma agama. Orang yang minum-minuman keras yang

berlebihan kadang-kadang tidak dapat mengendalikan diri karena perilakunya

dilakukan dengan tidak sadar. Perilaku demikian menyebabkan timbulnya

perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku

dimasyarakat.

  1. Prostitusi

Prostitusi merupakan perbuatan susila. Perbuatan ini tidak sesuai dengan norma-norma sosial dan agama. Salah satu dampak prostitusi adalah rusaknya moral masyarakat, khususnya generasi muda. Lokalisasi para perempuan tuna susila sebenarnya bukanlah merupakan jalan keluar. Salah satu jalan keluar untuk menghindari prostitusi adalah dengan memberikan lapangan kerja bagi seluruh masyarakat serta meningkatkan pemahaman terhadap agama.

  1. Penyimpangan Seksual

Salah satu bentuk penyimpangan seksual adalah hubungan seksual manusia sejenis. Misalnya, antara laki-laki dengan laki-laki atau antara perempuan dengan perempuan. Perbuatan semacam ini disamping melanggar norma agama juga melanggar norma kemasyarakatan.

  1. Penggunaan Narkotika

Penyalahgunaan narkoba merupakan perbuatan yang sia-sia dan tidak membawa manfaat  sama sekali. Orang yang menggunakan narkoba sama saja merusak tubuhnya sendiri, bahkan sarafnya akan terganggu. Pecandu narkoba akan melakukan apapun, termasuk melanggar hukum untuk memperoleh narkoba bila sudah kecanduan dan menarik diri dari pergaulan, serta tenggelam dalam alam khayalan dan halusinasi. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba memakai narkoba.

  1. Perkelahian Antar Pelajar

Perkelahian antar pelajar merupakan sikap antisosial yang biasanya dipicu oleh bentrok perorangan yang menjadi bentrok antar kelompok pelajar. Bagaimanapun juga, perkelahian pelajar termasuk melanggar norma sosial dan hukum.

  1. Melanggar Nilai-Nilai Kesopanan

Melanggar nilai kesopanan termasuk salah satu sikap antisosial. Hal ini disebabkan sopan santun masyarakat dilanggarnya, seperti meludah dilantai, buang air kecil sembarangan, membuang sampah sembarangan dan sebagainya.

SEBAB-SEBABTERJADINYA SIKAP ANTI SOSIAL

Sikap antisosial itu muncul karena dipicu oleh faktor-faktor tertentu,

antara lain sebagai berikut :

  1. a. Fanatisme yang berlebihan dari kelompok tertentu.

Misalnya penganut sekte keagamaan atau kepercayaan tertentu, suporter kesebelasan sepak bola didaerah tertentu. Apabila terjadi kondisi yang membuat kelompok ini kecewa berat, maka mereka akan melakukan tindakan-tindakan antisosial yang deskrutif. Misalnya merusak dan membakar tempat-tempat hiburan malam yang dianggap meresahkan masyarakat, merusak kantor penerbitan majalah tertentu yang diangggap merusak moral bangsa dan sebagainya.

  1. b. Sikap eksterm dari golongan-golongan tertentu.

Pada masa Orde Baru sering disebut eksterm kiri (yang berorientasi kepada komunisme atau negara komunis) dan ekstrem kanan (golongan Islam Radikal). Kedua golongan ini dulu sering dituduh melakukan aksi-aksi antisosial. Misalnya, menentang kebijakan pemerintah, memprovokasi masyarakat tertentu, melancarkan gerakan jihad kedaerah-daerah yang dilanda konflik, melakukan razia sepihak ditempat-tempat maksiat atau kepada pedagang-pedagang yang dicurigai menjual barang-barang terlarang.

  1. c. Sikap permusuhan sepihak dari sekelompk ekstrem terhadap bangsa-bangsa tertentu yang dianggap sering melecehkan keyakinan agamanya.

Sikap permusuhan ini bisa menjelma menjadi gerakan atau aksi-aksi terorisme  (antisosial) dengan meledakkan bom diberbagai tempat (Bom Bali I, Bom Bali II, Bom Kuningan, Poso, Ambon dan sebagainya.

  1. d. Konflik yang berbau SARA.

Apabila konflik SARA meledak, maka akan terjadi aksi-aksi antisosial yang mencekam. Mereka saling menyerang, merusak bahkan saling membunuh. Kerusuhan berbau SARA biasanya berlangsung cukup lama, menelan banyak korban jiwa dan harta benda, serta cukup sulit untuk dilerai.

  1. e. Aksi-aksi sepihak dan kekecewaaan massal.

Misalnya PHK sepihak oleh perusahaan kepada sejumlah karyawannya dengan pesangon yang relatif kecil bisa memicu amarah para karyawan. Mereka lalu mengamuk dan merusak fasilitas perusahaan. Pembuangan limbah atau sampah yang mencemari lingkungan dekat permukiman warga, juga bisa memicu kemarahan warga untuk melakukan aksi-aksi  antisosial (mengamuk dan merusak).

  1. f. Kemelut atau konflik politik yang dasyat. Misalnya masa transisi pergantian pimpinan nasional (Presiden), kudeta kekuasaan, pecahnya revolusi atau gerakan seperatis disuatu daerah.

Contoh kemelut politik pada saat jatuhnya pemerintahan Soekarno (1965-1966), Soeharto (1998-1999), pemberontakan G-30-S/PKI, gerakan separatis, kerusuhan pasca jajak pendapat di Timor Timur dan sebagainya. Pada momentum-momentum tersebut telah terjadi tindakan-tindakan antisosial yang mencekam dan memilukan misalnya pembakaran dan pengrusakan fasilitas umum, gedung pemerintah, penjarahan toko-toko, pemerkosaan dan sebagainya.

BENTUK SIKAP ANTI SOSIAL

Sikap antisosial memiliki beberapa perwujudan, ada yang berskala kecil dan lemah, sedang atau besar dan dasyat. Hal itu tergantung pada akar permasalahan dan faktor pemicunya.

Beberapa bentuk sikap anti sosial adalah sebagai berikut :

  1. a. Sikap antisosial perorangan

Yaitu yang dilakukan oleh orang seorang terhadap tatanan sosial yang tidak disukainya. Misalnya melanggar adat-istiadat atau memprotes peraturan desanya. Dampak dari sikap anti sosial ini hanya kecil atau terbatas.

  1. b. Sikap antisosial kelompok kecil

Yaitu yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersaman. Contoh: sekelompok penduduk yang terlibat tawuran dengan warga kampung lain, sekelompok preman atau penjahat yang merampok diatas kendaraan umum. Dampak dari tindakan ini mulai meresahkan warga masyarakat.

  1. c. Sikap antisosial oleh kelompok deviant

Yaitu yang dilakukan oleh orang-orang jahat secara bersama-sama. Contoh: sekelompok atau sindikat pencuri kendaraan bermotor, kawanan perampok bank atau nasabah bank, kelompok sindikat pembuat dan  pengedar narkoba atau ganja, sindikat pencetak dan pengedar uang palsu, kelompok pencuri dan penadah kayu hutan dan sebagainya. Dampak dan kerugian dari tindakan ini lebih besar dan luas.

  1. d. Sikap antisosial  oleh golongan terpelajar

Yaitu yang dilakukan oleh para mahsiswa tetapi kurang terorganisasikan dan kurang terkendali sehingga berubah menjadi anarkis. Misalnya merobohkan pagar gedung, melempari kantor-kantor, baku hantam dengan aparat keamanan, melakukan razia sepihak terhadap orang asing, terlibat tawuran antarfakultas dan sebagainya. Contoh: peristiwa Malari (1975), peristiwa jembatan Semanggi (1998).

  1. e. Sikap antisosial yang bermuatan politik

Yaitu yang dilakukan oleh para pendukung partai politik tertentu atau campuran dari berbagai partai untuk menumbangkan rezim yang berkuasa tetapi pelaksanaannya tidak terkendali sehingga berubah menjadi anarkis dan destruktif. Contoh : Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta dan Solo yang menuntut rezim Orde Baru lengser, kerusauhan di Solo (1999) yang membumihanguskan balai kota Solo, kerusuhan di Dili (Timor Timur) pasca jajak pendapat.

  1. f. Sikap antisosial yang bermotif ekonomi

Yaitu yang dilakukan oleh sekelompok orang karena alasan ekonomi. Misalnya sekelompok karyawan yang terkena PHK kemudian mengamuk dan merusak fasilitas perusahaan, warga desa tertentu yang memblokir jalan raya karena ganti rugi tanahnya belum dilunasi, warga petani yang demo dan memblokir pabrik tertentu karena sawahnya tercemar limbah pabrik.

  1. g. Sikap antisosial secara spontanitas

Hal ini terjadi secara spontan karena timbul kekecewaan yang berat. Misalnya suporter sepak bola yang mengamuk karena kesebelasan kesayangannya kalah, sekelompok siswa yang tidak lulus ujian mengamuk dan merusak sekolahnya.

SIFAT TINDAKAN ANTI SOSIAL

  1. 1. Tindakan anti sosial yang dilakukan secara sengaja

Tindakan ini di lakukan secara sadar oleh pelaku, tetapi tetap tidak mempertimbangkan penilaian orang lain terhadap tindakannya tersebut. Misalnya, vandalisme; grafiti pada tembok rumah orang lain.

  1. 2. Tindakan anti sosial karena tidak peduli

Tindakan ini dilakukan karena ketidakpedulian si pelaku terhadap keberadaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, membuang sampah sembarang tempat; mengebut ketika berkendara di jalan raya.

SIKAP ANTI SOSIAL MENURUT SOERJONO SOEKANTO

  1. 1. Antikonformitas (rebellion)

Yaitu suatu pelanggaran terhada norma-norma dan nilai-nilai sosial yang disengaja oleh atau sekelompok orang. Misalnya, mencuri, membuat keributan, membunuh, dan mengisolasi (mengasigkan) diri dari pergaulan masyarakat

  1. 2. Aksi antisosial

Yaitu suatu aksi menempatkan kepentingan pribadi atau kepentingankelomok tertentu di atas kepentingan umum. Misalnya, membunyikan peralatan audio dengan volume yang tinggi di tempat ramai sehingga mengganggu kepentingan orang lain, memanipulasi keuangan suatu organisasi untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga, tidak mau ikut gotong royong bersama warga sekitar, dan lain-lain.

  1. 3. Antisosial grudge

Yaitu rasa sakit hati atau dendam terhadap masyarakat atau terhadap aturan sosial tertentu sehingga menimbulkan perilaku menyeleweng. Sikap ini juga disebut dendam anti sosial. Misalnya, minum-minuman berakohol secara berlebihan atau menyalahgunakan obat-obat terlarang karena merasa kurang dihargai oleh masyarakat sekitarnya. Contoh lain adalah melakukan kekerasan dalam rumah tangga karena merasa frustasi dan kecewa terhadap norma-norma sosial yang mengatur upaya pemenuhan kebutuhan.

WUJUD / TIPE TINDAKAN SOSIAL

  1. 1. Dilakukan di jalan

Tindakan antisosial ini dilakukan di wilayah jalan, sehingga pada akhirnya menimbulkan gangguan bagi masyarakat di sekitar atau melintasi jalan tersebut. Antara lain dalam bentuk membuang sampah sembarangan, melanggar rambu lalu lintas, intimidasi, mabuk, minta-minta, transaksi narkoba, pelacuran, dan lain sebagainya.

Contoh:

Membuang sampah sembarangan menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu kesehatan dan menyebabkan banjir

  1. 2. Dilakukan tentangga

Tetangga yang mengganggu dapat memengaruhi kehidupan masyarakat sekitarnya. Meskipun hanya satu atau dua anggota dari masyarakat yang bersifat mengganggu, akan tetapi mereka dapat merusak kualitas kehidupan dari masyarakat sekitarnya. Bentuknya bisa berupa intimidasi, gangguan, bahkan tindak kriminal yang berbahaya

Contoh:

Menyetel radio untuk mendengarkan musik dengan terlalu keras, berpotensi untuk mengganggu tetangga sekitar.

  1. 3. Dilakukan terhadap lingkungan sekitar

Tindakan ini berdampak rusaknya alam lingkungan, fasilitas umum, dan benda-benda lain di sekitarnya. Selain mengganggu keamanan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan masyarakat, upaya perbaikannya pun memakan dana yang cukup besar

Contoh:

Orang yang mencoret-coret dan merusak telepon umum atau bis kota atau bahkan tembok dan meja kelas telah mengganggu fasilitas bersama dan mengganggu kepentingan orang-orang yang memiliki keperluan untuk mempergunakannya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: